Binjai —
Jalan Jenderal Sudirman di Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, ditetapkan sebagai kawasan tertib lalu lintas (KTL), Kenyataannya truk-truk berukuran besar dan bermuatan masih melintas leluasa, terutama menjelang malam. Warga yang berjualan di tepi jalan mengeluhkan getaran kendaraan berat hingga mengganggu kenyamanan dan meningkatkan risiko kecelakaan dan berpotensi kerusakan jalan di Kota Binjai.
Pola serupa terlihat di dua pos Dishub pada Jl. Gatot Subroto. Pos pertama di Kelurahan Bandar Senembah, dikenal sebagai pos Pertanian, dan pos kedua di Kelurahan Satria, kawasan Pujasera. Terlihat truk yang rutin lewat kerap diminta uang oleh oknum di kedua titik tersebut, tanpa karcis resmi atau penjelasan pos retribusi. Besaran bervariasi, dari Puluhan Ribu Rupiah per lintasan. Mereka memilih bayar demi menghindari hambatan waktu.
Dishub Kota Binjai memberi pernyataan resmi Melalui Kabid Dolly mengatakan "catatan di lapangan menunjukkan rambu pembatasan tonase di Jl. Sudirman minim penerangan dan penjagaan tidak konsisten dikarenakan minim nya anggaran yang berjaga sampai malam hari., " Ucap Kabid Dolly"
Sementara itu awak media memunculkan pertanyaan tentang perda nomor 5 tahun 2015 tentang keberadaan dua pos di Gatot Subroto apakah berfungsi sebagai pos pengawasan yang benar dalam pengawasan truck bermuatan atau sekadar tempat pungutan insidental.
Maka perlu tiga langkah cepat agar akses menuju Jl. Sudirman tidak lagi di lintasi oleh Truck Ber-muatan yang bisa menyebabkan kerusakan jalan hingga
audit internal terhadap dugaan pungli di pos Dishub, lengkap dengan publikasi laporan penerimaan retribusi. Langkah itu akan menutup ruang pungli dan mengembalikan fungsi pos sebagai pengawas, bukan penarik uang informal.
Tanpa tindakan tegas, Masyarakat khawatir kerusakan permukaan Jl. Sudirman akan bertambah dan kepercayaan publik pada Dishub Kota Binjai terus menurun. Hal ini harus menjadi sorotan Pemko Binjai terhadap menertibkan jalur, menindak oknum, dan menyosialisasikan rute khusus truk agar pelanggaran tidak lagi jadi pemandangan malam hari di Kota Binjai (Fadhil)